Kiamat Sugra

Kiamat sugra atau kiamat kecil merupakan berakhirnya kehidupan sebagian makhluk.

Berdasarkan dari penafsiran tersebut, maka dapat dipahami bahwasannya setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.

Akan ada banyak tanda-tanda kiamat sugra yang akan atau bahkan sedang terjadi, seperti:

  • Banyak pria yang menyerupai wanita
  • Jumlah wanita yang lebih banyak dibandingkan pria
  • Kebodohan kian merajalela
  • Semakin banyak anak lahir dari hubungan di luar nikah
  • Masjid malah dijadikan sebagai tempat wisata
  • Wanita tak lagi memiliki rasa malu

Tidak hanya tanda-tanda di atas saja, masih banyak tanda-tanda lain yang sudah terjadi dan itu dapat dilihat secara kasat mata.

Walaupun kiamat sugra merujuk kepada peristiwa meninggalnya seseorang, tetapi tidak terbatas pada itu saja. Melainkan bencana alam juga merupakan salah satu bentuk dari kiamat sugra.

Kiamat sugra seharusnya bukan menjadi akhir bagi kita, melainkan menjadi awal. Setelah kita mengenal dan mengetahui banyak tentang kiamat sugra, kita harus senantiasa mawas diri.

Salah satunya yang terpenting ialah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

1. Pengertian Kiamat Sugra
Mendefinisikan kiamat sugra secara lebih baik dan mendalam. Mempersepsikan jika kiamat sugra kerap kali terjadi di sekitar kita.

2. Dalil Tentang Kiamat Sugra
Dalil Aqli maupun Naqli mengenai kiamat sugra, sebagai sumber referensi dalam menyampaikan fakta ataupun saat beropini.

3. Tanda-tanda Kiamat Sugra
Mengenali tanda-tanda atau ciri-ciri kiamat sugra yang terjadi di sekitar kita secara langsung maupun tidak langsung.

4. Contoh Peristiwa Kiamat Sugra
Mengenali contoh atau peristiwa kiamat sugra yang belum atau sudah terjadi, yang perlu diwaspadai.

5. Sikap dalam Menghadapi Kiamat Sugra
Belajar menyikapi saat menghadapi kiamat sugra yang terjadi. Hal ini sebagai cerminan diri jika kita mencoba untuk berusaha memohon ampun kepada Allah SWT.

6. Hikmah Kiamat Sugra
Memaknai setiap kiamat sugra yang terjadi, sehingga kita bisa memetik atau mengambil pelajaran berharga dari hal tersebut.

7. Pertanyaan dan Jawaban Tentang Kiamat Sugra
Mengapa Kematian Disebut Kiamat Sugra?
Mengapa Setiap Manusia Mengalami Kiamat Sugra?

8. Perbedaan Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra
Mengulik lebih dalam apa saja perbedaan antara kiamat sugra (kiamat kecil) dengan kiamat kubra (kiamat besar).

Perbedaan Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra

Walau namanya sama-sama kiamat, tetapi perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra sangatlah jauh.

Ibarat kata, dalam istilah seperti ini:

  • Kiamat sugra (kiamat kecil)
  • Kiamat kubra (kiamat besar)

Jika segala hal kecil dibandingkan dengan hal besar, tentu bedanya sangat jauh. Sama halnya dengan kiamat.

Walaupun demikian, kita sebagai manusia yang tujuan hidupnya senantiasa untuk beribadah, juga harus mempersiapkan sebaik mungkin.

Berikut ini beberapa perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra.

Learning objectives / Tujuan pembelajaran
Anda mampu memahami perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra
You are able to understand the difference between sugra and doomsday
Anda mampu menginterpretasikan perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra dalam kehidupan sehari-hari
You are able to interpret the difference between sugra and doomsday in real life
Anda mampu mempersiapkan bekal sebaik mungkin sebelum datangnya hari kiamat
You are able to prepare the best possible provisions before the Day of Judgment comes
Anda mampu mengimplementasikan kemauan untuk terus belajar, dengan cara mengkomunikasikan dan saling bertukar pikiran dengan orang lain terkait perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra
You are able to implement continuous learning, by communicating and brainstorming with each other about the differences between the sugra and doomsday

Perbedaan Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra

Kiamat sugra dan kiamat kubra

Kiamat Sugra

1. Peristiwa Meninggalnya Seseorang

Sebenarnya, kiamat sugra alias kiamat kecil bisa diartikan sebagai peristiwa meninggalnya seseorang.

Semua makhluk yang bernyawa pasti akan mati, baik itu manusia, hewan, hingga tumbuhan. Semua akan mati pada waktunya.

Selain itu, peristiwa meninggalnya seseorang juga menjadi akhir dari segala amal perbuatan di dunia. Selanjutnya, semua amal perbuatan tersebut akan dipertanggungjawabkan kelak.

2. Bencana Alam

Bencana alam yang kerap kali terjadi di seluruh dunia, terutama di Indonesia, juga menjadi salah satu contoh dari kiamat sugra. Bencana alam itu meliputi:

  • Badai
  • Banjir
  • Gempa bumi
  • Gunung meletus
  • Kebakaran hutan
  • Kekeringan
  • Tanah longsor
  • Tsunami

Seringkali, bencana alam terjadi di sekitar kita. Terjadinya bencana alam juga tidak bisa diprediksi dengan mudah, karena biasanya terjadi secara mendadak atau tiba-tiba.

3. Terjadi Setiap Hari

Kiamat sugra bisa dikatakan terjadi setiap hari. Walaupun kita tidak menyadarinya, tetapi belahan bumi lain mungkin sedang merasakan bencana.

Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) mencatat bahwasannya, rata-rata 3 orang meninggal akibat kecelakaan jalan di Indonesia setiap jam.

Itu baru data dari bencana kecelakaan, belum lagi dari bencana lain. Itu juga masih terjadi di Indonesia, belum lagi terjadi di negara lain, bahkan benua lain.

4. Ciri-ciri Kiamat Sugra

Ciri-ciri atau tanda-tanda kiamat sugra cukup banyak dan sudah mulai terjadi, meliputi:

  • Ajaran Islam yang mulai ditinggalkan
  • Banyak pria yang menyerupai wanita
  • Berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan
  • Jumlah wanita yang jauh lebih banyak dibandingkan pria
  • Kebodohan kian merajalela
  • Masjid dijadikan sebagai tempat wisata
  • Munculnya gaya hidup mewah di kalangan Umat Islam
  • Wanita yang tak lagi memiliki rasa malu

Kiamat Kubra

1. Hancurnya Alam Semesta

Sebenarnya, kiamat kubra alias kiamat besar bisa diartikan sebagai peristiwa hancurnya seluruh alam semesta.

Saat alam semesta tersebut hancur, tidak ada satupun makhluk di dunia yang selamat. Dunia dan alam semesta beserta isinya lenyap atas kehendak Allah SWT.

Selain itu, sebelum kehancuran alam semesta dimulai, biasanya akan dimunculkan tanda-tandanya terlebih dahulu.

2. Keluarnya Dajjal

Apa itu dajjal?

Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Nabi Muhammad menjelaskan jika Dajjal adalah seorang laki-laki pendek, berambut keriting, dan matanya buta sebelah.

Dajjal akan muncul menjelang kiamat. Dia kafir, jahat, dan pembawa fitnah (ujian) terbesar (tidak ada ujian yang terbesar selain dajjal).

Bahkan, sebelum dajjal keluar, diawali datangnya banyak pendusta. Rasulullah menyebut akan ada hampir 30 orang pendusta yang memiliki karakter seperti dajjal.

“Dalam umatku ada 27 para pendusta, yakni para dajjal, di antara mereka 4 orang wanita dan sesungguhnya aku adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi setelahku,” (HR. Ahmad dan Thabrani, disahihkan oleh Al-Haithami).

3. Terjadi di Akhir Zaman

Berbeda dengan kiamat sugra, kiamat kubra bisa dikatakan sebagai kiamat akhir zaman, yakni terjadi di akhir zaman.

Kiamat kubra tidak akan terjadi berkali-kali, hanya sekali saja dan itupun di akhir zaman, seperti:

  • Keluarnya dajjal
  • Kemunculan Ya’juj dan Ma’juj (bangsa kuat yang merusak dan menindas)
  • Terbitnya matahari dari arah barat

4. Ciri-ciri Kiamat Kubra

Ciri-ciri atau tanda-tanda kiamat kubra seperti:

  • Akan ada binatang besar
  • Ditiupnya trompet sangkakala
  • Kemunculan Isa bin Maryam
  • Muncul asap selama 40 hari
  • Munculnya dajjal
  • Munculnya Imam Mahdi
  • Terbitnya matahari dari arah barat

Jika dilihat, semua ciri-ciri atau tanda-tanda kiamat kubra di atas begitu menakutkan. Manusia akan dihadapkan dengan hadirnya binatang besar, hingga matahari yang terbit dari arah barat.

Sungguh kejadian atau peristiwa yang begitu menakutkan.

Tabel Perbedaan Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra

Kiamat sugra dan kiamat kubra

Dari perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra di atas, dapat disimpulkan dalam sebuah tabel yang ringkas sebagai berikut:

Kiamat sugraKiamat kubra
Peristiwa meninggalnya seseorangHancurnya keseluruhan alam semesta
Bencana alamKeluarnya dajjal
Terjadi setiap hariTerjadi di akhir zaman
– Ajaran Islam mulai ditinggalkan
– Banyak pria menyerupai wanita
– Kebodohan di mana-mana
– Masjid dijadikan sebagai tempat wisata
– Keluarnya dajjal
– Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj
– Munculnya Imam Mahdi
– Munculnya asap selama 40 hari

Daftar Artikel Tentang Kiamat Sugra

Setelah mengetahui perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra, berikut adalah daftar bacaan lengkap tentang kiamat sugra. Sehingga, mampu meningkatkan kualitas pemahaman dan daya nalar (power of reason) di bidang Agama Islam.


Sumber:

  1. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2013). Definisi Bencana. Dikutip pada tanggal 4 Mei 2021: https://bnpb.go.id/definisi-bencana.
  2. Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO). (2017). Rata-rata Tiga Orang Meninggal Setiap Jam Akibat Kecelakaan Jalan. Dikutip pada tanggal 4 Mei 2021: https://kominfo.go.id/content/detail/10368/rata-rata-tiga-orang-meninggal-setiap-jam-akibat-kecelakaan-jalan/0/artikel_gpr.
  3. Muchlishon. (2019). Penjelasan Nabi Muhammad Tentang Dajjal. Dikutip pada tanggal 4 Mei 2021 dari NU Online: https://islam.nu.or.id/post/read/112536/penjelasan-nabi-muhammad-tentang-dajjal.
  4. Suharto, Y. (2019). Dajjal: Ciri-ciri dan Kisah Terbunuhnya oleh Nabi Isa. Dikutip pada tanggal 4 Mei 2021 dari NU Online: https://islam.nu.or.id/post/read/107438/dajjal-ciri-ciri-dan-kisah-terbunuhnya-oleh-nabi-isa.

Pengertian Abacus

Kaitannya perhitungan matematika, pengertian abacus menjadi salah satu wujud yang tidak boleh dilupakan.

Bisa dikatakan, abacus sebagai salah satu pionir alat bantu dalam dunia matematika, spesifiknya membantu semua orang dalam belajar berhitung.

Abacus menjadi alat paling dasar dan sederhana bagi seseorang untuk bisa berlatih dan belajar berhitung.

Lantas, sebenarnya apa itu pengertian abacus?

Learning objectives / Tujuan pembelajaran
Anda mampu mengenal dengan baik pengertian abacus
You are able to know the meaning of abacus

Anda mampu belajar dan mengetahui bagaimana awal-mula abacus dimulai
You are able to learn and know how abacus started

Anda mampu memaknai abacus sebagai alat atau media yang bermanfaat bagi banyak orang
You are able to interpret the abacus as a tool or medium that’s useful for many people

Anda mampu mengimplementasikan kemauan untuk terus belajar, dengan cara mengkomunikasikan dan saling bertukar pikiran dengan orang lain terkait abacus
You are able to implement continuous learning, by communicating and brainstorming with each other about the abacus

Pengertian Abacus

Abacus dikenal juga dengan nama sempoa

Abacus adalah alat atau media perhitungan kuno yang terdiri atas manik-manik yang bisa digeser-geserkan.

Abacus ini dapat digunakan untuk melakukan operasi aritmetika dasar, seperti:

  • Penjumlahan
  • Pengurangan
  • Perkalian
  • Pembagian
  • Akar kuadrat

Tahukah Anda?
Abacus juga memiliki nama lain, seperti abakus, dekak-dekak, sempoa, dan swipoa.

Biasanya, dalam rangka abacus tersebut, terdiri atas 10 rangka dan masing-masing rangka terdapat 10 manik-manik. Manik-manik itulah yang akan digeser-geser sebagai alat bantu hitung.

Awal Mula Perjalanan Abacus

Abacus diperkenalkan sejak peradaban Mesopotamia

Apabila ditanya, “siapa yang membuat atau memperkenalkan abacus pertama kali?“, memang belum bisa dipastikan secara spesifik.

Akan tetapi, bukti atau sejarah menunjukkan bahwasanya abacus telah digunakan di peradaban Mesopotamia sejak 2.700 SM.

Pada tahun tersebut, abacus digunakan dengan sistem penomoran sexagesimal.

Apa itu sexagesimal?

Sexagesimal adalah sistem angka dengan 60 sebagai basisnya.

Perhitungan sexagesimal digunakan sebagai perhitungan astronomi oleh masyarakat Babilonia dari Bangsa Sumeria.

Ssetelah itu, sistem ini selanjutnya digunakan dalam bentuk yang jauh lebih modern oleh masyarakat Arab, terutama di zaman Kekhalifahan Umayyah.

Bukan sembarangan, sexagesimal di zaman modern justru bukan sebagai perhitungan umum, melainkan digunakan untuk mengukur sudut, koordinat geografis, hingga waktu.

Berawal dari sejarah itulah, bilangan sexagesimal mampu menentukan 1 jam tersebut terdiri atas 60 menit.

Tahukah Anda?
Angka 60 dianggap sebagai angka yang paling tepat dalam perhitungan, yang mana angka 60 merupakan angka terkecil yang dapat dibagi oleh 5.

Angka 60 sendiri dianggap tepat karena dapat dibagi oleh banyak angka, seperti 2, 3, 4, 5, 6, 10, 12, 15, 20, dan 30.

Hingga akhirnya, di abad ke-14, jam mekanik pertama diciptakan di Eropa dan menjadikan sistem waktu 60 menit untuk digunakan.

Sederhana dan Eksis Hingga Sekarang

Abacus tetap eksis dan bermanfaat

Di seluruh dunia, penggunaan atau pemanfaatan abacus sebagai alat bantu belajar berhitung sudah digunakan sejak lama.

Paling mendasar, abacus digunakan di taman kanak-kanak dan sekolah dasar sebagai alat bantu anak-anak dalam memahami sistem angka dan perhitungan secara lebih baik.

Sementara itu, abacus juga kerap digunakan oleh mereka yang tunanetra (seseorang yang mempunyai gangguan dalam penglihatan).

Biasanya, di belakang manik-manik tersebut akan diberi sepotong kain lembut atau karet, sehingga mampu menghindari manik-manik bergerak secara tidak sengaja.

Glosarium

Aritmetika: Operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.
Peradaban Mesopotamia: Peradaban tertua di dunia yang terletak di antara Sungai Eufrat dan Sungai Tigris.
Sexagesimal: Sistem angka dengan basis 60 sebagai dasarnya.
Tunanetra: Seseorang yang memiliki masalah atau gangguan dalam indera penglihatannya.

Daftar Artikel Tentang Abacus

Setelah mengetahui pengertian abacus, berikut adalah daftar bacaan lengkap tentang abacus. Sehingga, mampu meningkatkan kualitas pemahaman dan daya nalar (power of reason) di bidang Matematika, khususnya Teknologi Informasi.

  • Daftar isi (full): Abacus
  • Sebelumnya:
  • Selanjutnya: Sejarah Abacus

* * *

Sumber:

  1. Computer Hope. (2020). Abacus. Dikutip pada tanggal 13 April 2021: https://www.computerhope.com/jargon/a/abacus.htm.
  2. DBpedia. (2005). Seksagesimal. Dikutip pada tanggal 13 April 2021: id.dbpedia.org/page/Seksagesimal.
  3. Indozone. (2021). Sexagesimal, Sistem yang Menentukan 1 Jam Terdiri dari 60 Menit. Dikutip pada tanggal 13 April 2021: https://www.indozone.id/fakta-dan-mitos/RMsxLaj/sexagesimal-sistem-yang-menentukan-1-jam-terdiri-dari-60-menit.
  4. Mimir Kamus. (2019). Sistem Seksagesimal. Dikutip pada tanggal 13 April 2021: https://mimirbook.com/id/9237263a4cc.
  5. Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU). (2020). Sexagesimal, Sistem Perhitungan Astronom Klasik. Dikutip pada tanggal 13 April 2021: https://oif.umsu.ac.id/2020/06/sexagesimal-sistem-perhitungan-waktu-klasik.
  6. Terlau, T & Gissoni, F. (2005). Abacus: Pencil and Paper When Calculating. Dikutip pada tanggal 13 April 2021 dari APH News: https://sites.aph.org/news/march-2005.

Mengapa Setiap Manusia Mengalami Kiamat Sugra?

Menyoal kematian, tentu terlintas di benak, “mengapa setiap manusia mengalami kiamat sugra?

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, kiamat sugra merupakan padanan kata atau sinonim dari kiamat kecil, yakni salah satunya kematian.

Adanya kematian atau peristiwa meninggalnya seseorang, yang membuat kita sebagai manusia, sebagai makhluk yang bernyawa, untuk tetap mawas diri.

Mengapa mawas diri?

Karena pada hakikatnya, kematian itu pasti dan nyata. Kita sebagai manusia hanya bisa beribadah, karena ibadah mampu membantu kita nanti di akhirat.

Balik lagi ke pokok pembahasan, mengapa setiap manusia mengalami kiamat sugra atau kematian?

Mengapa Setiap Manusia Mengalami Kiamat Sugra?

Kematian itu pasti terjadi

Kematian itu pasti nyata terjadi dan tidak bisa diprediksi kapan waktu datangnya.

Kematian atau peristiwa meninggalnya seseorang akan dialami oleh makhluk yang bernyawa, termasuk manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, QS Ali Imran ayat 185.

Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada Hari Kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

Kematian Tidak Dapat Diprediksi

Kematian tidak dapat diprediksi

Manusia merupakan makhluk sosial yang diciptakan oleh Allah SWT yang diberikan hati dan naluri sebagai perbedaan dari makhluk lainnya.

Pada dasarnya, semua ciptaan Allah SWT akan binasa, tak terkecuali alam semesta ini.

Nyatanya, walaupun teknologi berkembang pesat sekalipun, pemikiran manusia yang kian visioner, tetaplah tidak berdaya untuk memprediksi datangnya kematian seseorang.

Oleh karena itu, kita sebagai makhluk hidup diwajibkan untuk senantiasa bersiap-siap dengan bekal amal ibadah semasa kita di dunia.

Seperti dalam QS An Nahl ayat 61 berikut ini.

QS An Nahl ayat 61

Artinya: “(Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya) disebabkan kedurhakaan-kedurhakaan mereka (niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya padanya) yakni di muka bumi ini sesuatu pun (dari makhluk yang melata) makhluk yang hidup di permukaannya (tetapi Allah menangguhkan mereka sampai pada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu yang ditentukan bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkan) waktunya (barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukan) waktunya.”

Dahsyatnya Sakaratul Maut

Dahsyatnya sakaratul maut

Kondisi sebelum kematian atau meninggalnya seseorang, biasanya akan diawali dengan detik-detik yang menyakitkan dan menegangkan, inilah sakaratul maut.

Imam Ghazali mengatakan bahwasannya, “Demi Allah, sekiranya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri.” (Imam Ghazali mengutip atsar Al Hasan)

Sementara itu, Rasulullah SAW bersabda, “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang.” (HR. Tirmidzi)

Bahkan, penampilan rasa dari Malaikat Maut yang amat seram dan menakutkan kian menambah pedih rasa sakit yang dirasakan.

Agar hati kita terbuka lebar dan senantiasa mengamalkan amal baik, maka ziarah ke kuburan menjadi kuncinya.

“Berziarahlah ke kuburan, karena ziarah ke kuburan itu dapat mengingatkan kalian akan kematian.” (HR. Muslim)

Daftar Artikel Tentang Kiamat Sugra

Setelah mengetahui jawaban dari mengapa setiap manusia mengalami kiamat sugra, berikut adalah daftar bacaan lengkap tentang kiamat sugra. Sehingga, mampu meningkatkan kualitas pemahaman dan daya nalar (power of reason) di bidang Agama Islam.

* * *

Sumber:

  1. Purnomo, C. V. (2019). Siapkan Bekal untuk Menjemput Ajal. Dikutip pada tanggal 4 April 2021 dari Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam Universitas Islam Indonesia (DPPAI UII): https://dppai.uii.ac.id/siapkan-bekal-untuk-menjemput-ajal.
  2. Baumar, S. (2020). Dahsyatnya Sakaratul Maut. Dikutip pada tanggal 4 April 2021 dari Al-Irsyad Al-Islamiyyah: https://www.alirsyad.or.id/dahsyatnya-sakaratul-maut.
  3. Pengusaha Muslim. (2009). Sakaratul Maut. Dikutip pada tanggal 4 April 2021: https://pengusahamuslim.com/1374-sakaratul-maut.html.

Mengapa Kematian Disebut Kiamat Sugra?

Tidak sedikit di antara kita yang bertanya, “mengapa kematian disebut kiamat sugra?“.

Pertanyaan tersebut sekilas memang terlihat sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam. Terlebih bagi manusia, membuat kita menjadi lebih sadar.

Selain itu, pertanyaan tersebut seakan-akan ‘menampar’ kita sebagai manusia untuk tetap berperilaku baik di muka bumi ini.

Karena pada dasarnya, hidup kita di dunia hanyalah sementara, akhirat selamanya.

Kembali ke pertanyaan, mengapa kematian disebut kiamat sugra?

Mengapa Kematian Disebut Kiamat Sugra?

Kematian adalah kiamat sugra

Secara sederhana, kematian seseorang disebut kiamat sugra karena peristiwa kematian atau meninggalnya seseorang, tidak menghancurkan alam semesta.

Apabila kita belajar kembali pada konteks, maka:

  • Kiamat sugra adalah kiamat kecil
  • Kiamat kubra adalah kiamat besar

Kiamat sugra (kiamat kecil) adalah berakhirnya kehidupan sebagian makhluk yang ada di dunia, baik itu secara individu ataupun kelompok.

Sedangkan kiamat kubra (kiamat besar) adalah hancurnya seluruh alam semesta bersama dengan isinya.

Jika peristiwa meninggalnya seseorang disebut dengan kiamat sugra, tentu benar.

Akan tetapi, peristiwa meninggalnya seseorang disebut dengan kiamat kubra, itu merupakan hal yang kurang tepat.

Kematian Pasti Datang

Kematian pasti datang dan terjadi

Kematian atau meninggalnya seseorang pasti akan datang dan akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa, termasuk di dalamnya manusia.

QS Ali 'Imran ayat 185

Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada Hari Kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Jika di dalam Tafsir Quraish Shihab:

Setiap jiwa yang hidup pasti akan merasakan mati. Apabila kamu sekalian mendapatkan kesengsaraan hidup di dunia, maka sesungguhnya kamu akan mendapatkan pahala secara penuh di hari kiamat. Barangsiapa yang dijauhkan dari api neraka, maka sesungguhnya ia telah memperoleh kemenangan. Dan kehidupan dunia itu tidak lebih dari perhiasan sementara yang menipu.

Kematian adalah Titik Pemisah

Kematian menjadi titik pemisah dunia dan akhirat

Kematian atau peristiwa meninggalnya seseorang menjadi titik pemisah di antara 2 perkara, yakni masa, keadaan, dan kehidupan dunia menuju kepada masa, keadaan dan kehidupan akhirat yang abadi.

Kematian bertindak sebagai pintu menuju alam akhirat.

Yang perlu ditekankan di sini, dengan berlakunya kematian, maka keadilan di alam akhirat yang abadi mulai dilaksanakan dan kiamat bagi setiap manusia telah dimulai.

Daftar Artikel Tentang Kiamat Sugra

Setelah mengetahui jawaban dari mengapa kematian disebut kiamat sugra, berikut adalah daftar bacaan lengkap tentang kiamat sugra. Sehingga, mampu meningkatkan kualitas pemahaman dan daya nalar (power of reason) di bidang Agama Islam.

* * *

Sumber:

  1. Hanif. (2018). Kematian Kiamat Kecil. Dikutip pada tanggal 26 Maret 2021 dari Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo: http://alukhuwah.com/2018/12/20/2152.
  2. Latif, U. (2016). Konsep Mati dan Hidup dalam Islam (Pemahaman Berdasarkan Konsep Eskatologis). Jurnal Al-Bayan, 22(34), 27 – 38.
  3. TafsirQ. (2015). Surat Ali ‘Imran Ayat 185. Dikutip pada tanggal 26 Maret 2021: https://tafsirq.com/3-ali-imran/ayat-185#tafsir-quraish-shihab.