Kiamat Sugra

Kiamat sugra atau kiamat kecil merupakan berakhirnya kehidupan sebagian makhluk.

Berdasarkan dari penafsiran tersebut, maka dapat dipahami bahwasannya setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.

Akan ada banyak tanda-tanda kiamat sugra yang akan atau bahkan sedang terjadi, seperti:

  • Banyak pria yang menyerupai wanita
  • Jumlah wanita yang lebih banyak dibandingkan pria
  • Kebodohan kian merajalela
  • Semakin banyak anak lahir dari hubungan di luar nikah
  • Masjid malah dijadikan sebagai tempat wisata
  • Wanita tak lagi memiliki rasa malu

Tidak hanya tanda-tanda di atas saja, masih banyak tanda-tanda lain yang sudah terjadi dan itu dapat dilihat secara kasat mata.

Walaupun kiamat sugra merujuk kepada peristiwa meninggalnya seseorang, tetapi tidak terbatas pada itu saja. Melainkan bencana alam juga merupakan salah satu bentuk dari kiamat sugra.

Kiamat sugra seharusnya bukan menjadi akhir bagi kita, melainkan menjadi awal. Setelah kita mengenal dan mengetahui banyak tentang kiamat sugra, kita harus senantiasa mawas diri.

Salah satunya yang terpenting ialah menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

1. Pengertian Kiamat Sugra
Mendefinisikan kiamat sugra secara lebih baik dan mendalam. Mempersepsikan jika kiamat sugra kerap kali terjadi di sekitar kita.

2. Dalil Tentang Kiamat Sugra
Dalil Aqli maupun Naqli mengenai kiamat sugra, sebagai sumber referensi dalam menyampaikan fakta ataupun saat beropini.

3. Tanda-tanda Kiamat Sugra
Mengenali tanda-tanda atau ciri-ciri kiamat sugra yang terjadi di sekitar kita secara langsung maupun tidak langsung.

4. Contoh Peristiwa Kiamat Sugra
Mengenali contoh atau peristiwa kiamat sugra yang belum atau sudah terjadi, yang perlu diwaspadai.

5. Sikap dalam Menghadapi Kiamat Sugra
Belajar menyikapi saat menghadapi kiamat sugra yang terjadi. Hal ini sebagai cerminan diri jika kita mencoba untuk berusaha memohon ampun kepada Allah SWT.

6. Hikmah Kiamat Sugra
Memaknai setiap kiamat sugra yang terjadi, sehingga kita bisa memetik atau mengambil pelajaran berharga dari hal tersebut.

7. Pertanyaan dan Jawaban Tentang Kiamat Sugra
Mengapa Kematian Disebut Kiamat Sugra?
Mengapa Setiap Manusia Mengalami Kiamat Sugra?

8. Perbedaan Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra
Mengulik lebih dalam apa saja perbedaan antara kiamat sugra (kiamat kecil) dengan kiamat kubra (kiamat besar).

Perbedaan Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra

Walau namanya sama-sama kiamat, tetapi perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra sangatlah jauh.

Ibarat kata, dalam istilah seperti ini:

  • Kiamat sugra (kiamat kecil)
  • Kiamat kubra (kiamat besar)

Jika segala hal kecil dibandingkan dengan hal besar, tentu bedanya sangat jauh. Sama halnya dengan kiamat.

Walaupun demikian, kita sebagai manusia yang tujuan hidupnya senantiasa untuk beribadah, juga harus mempersiapkan sebaik mungkin.

Berikut ini beberapa perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra.

Learning objectives / Tujuan pembelajaran
Anda mampu memahami perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra
You are able to understand the difference between sugra and doomsday
Anda mampu menginterpretasikan perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra dalam kehidupan sehari-hari
You are able to interpret the difference between sugra and doomsday in real life
Anda mampu mempersiapkan bekal sebaik mungkin sebelum datangnya hari kiamat
You are able to prepare the best possible provisions before the Day of Judgment comes
Anda mampu mengimplementasikan kemauan untuk terus belajar, dengan cara mengkomunikasikan dan saling bertukar pikiran dengan orang lain terkait perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra
You are able to implement continuous learning, by communicating and brainstorming with each other about the differences between the sugra and doomsday

Perbedaan Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra

Kiamat sugra dan kiamat kubra

Kiamat Sugra

1. Peristiwa Meninggalnya Seseorang

Sebenarnya, kiamat sugra alias kiamat kecil bisa diartikan sebagai peristiwa meninggalnya seseorang.

Semua makhluk yang bernyawa pasti akan mati, baik itu manusia, hewan, hingga tumbuhan. Semua akan mati pada waktunya.

Selain itu, peristiwa meninggalnya seseorang juga menjadi akhir dari segala amal perbuatan di dunia. Selanjutnya, semua amal perbuatan tersebut akan dipertanggungjawabkan kelak.

2. Bencana Alam

Bencana alam yang kerap kali terjadi di seluruh dunia, terutama di Indonesia, juga menjadi salah satu contoh dari kiamat sugra. Bencana alam itu meliputi:

  • Badai
  • Banjir
  • Gempa bumi
  • Gunung meletus
  • Kebakaran hutan
  • Kekeringan
  • Tanah longsor
  • Tsunami

Seringkali, bencana alam terjadi di sekitar kita. Terjadinya bencana alam juga tidak bisa diprediksi dengan mudah, karena biasanya terjadi secara mendadak atau tiba-tiba.

3. Terjadi Setiap Hari

Kiamat sugra bisa dikatakan terjadi setiap hari. Walaupun kita tidak menyadarinya, tetapi belahan bumi lain mungkin sedang merasakan bencana.

Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO) mencatat bahwasannya, rata-rata 3 orang meninggal akibat kecelakaan jalan di Indonesia setiap jam.

Itu baru data dari bencana kecelakaan, belum lagi dari bencana lain. Itu juga masih terjadi di Indonesia, belum lagi terjadi di negara lain, bahkan benua lain.

4. Ciri-ciri Kiamat Sugra

Ciri-ciri atau tanda-tanda kiamat sugra cukup banyak dan sudah mulai terjadi, meliputi:

  • Ajaran Islam yang mulai ditinggalkan
  • Banyak pria yang menyerupai wanita
  • Berlomba-lomba dalam meninggikan bangunan
  • Jumlah wanita yang jauh lebih banyak dibandingkan pria
  • Kebodohan kian merajalela
  • Masjid dijadikan sebagai tempat wisata
  • Munculnya gaya hidup mewah di kalangan Umat Islam
  • Wanita yang tak lagi memiliki rasa malu

Kiamat Kubra

1. Hancurnya Alam Semesta

Sebenarnya, kiamat kubra alias kiamat besar bisa diartikan sebagai peristiwa hancurnya seluruh alam semesta.

Saat alam semesta tersebut hancur, tidak ada satupun makhluk di dunia yang selamat. Dunia dan alam semesta beserta isinya lenyap atas kehendak Allah SWT.

Selain itu, sebelum kehancuran alam semesta dimulai, biasanya akan dimunculkan tanda-tandanya terlebih dahulu.

2. Keluarnya Dajjal

Apa itu dajjal?

Dalam hadis riwayat Abu Dawud, Nabi Muhammad menjelaskan jika Dajjal adalah seorang laki-laki pendek, berambut keriting, dan matanya buta sebelah.

Dajjal akan muncul menjelang kiamat. Dia kafir, jahat, dan pembawa fitnah (ujian) terbesar (tidak ada ujian yang terbesar selain dajjal).

Bahkan, sebelum dajjal keluar, diawali datangnya banyak pendusta. Rasulullah menyebut akan ada hampir 30 orang pendusta yang memiliki karakter seperti dajjal.

“Dalam umatku ada 27 para pendusta, yakni para dajjal, di antara mereka 4 orang wanita dan sesungguhnya aku adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi setelahku,” (HR. Ahmad dan Thabrani, disahihkan oleh Al-Haithami).

3. Terjadi di Akhir Zaman

Berbeda dengan kiamat sugra, kiamat kubra bisa dikatakan sebagai kiamat akhir zaman, yakni terjadi di akhir zaman.

Kiamat kubra tidak akan terjadi berkali-kali, hanya sekali saja dan itupun di akhir zaman, seperti:

  • Keluarnya dajjal
  • Kemunculan Ya’juj dan Ma’juj (bangsa kuat yang merusak dan menindas)
  • Terbitnya matahari dari arah barat

4. Ciri-ciri Kiamat Kubra

Ciri-ciri atau tanda-tanda kiamat kubra seperti:

  • Akan ada binatang besar
  • Ditiupnya trompet sangkakala
  • Kemunculan Isa bin Maryam
  • Muncul asap selama 40 hari
  • Munculnya dajjal
  • Munculnya Imam Mahdi
  • Terbitnya matahari dari arah barat

Jika dilihat, semua ciri-ciri atau tanda-tanda kiamat kubra di atas begitu menakutkan. Manusia akan dihadapkan dengan hadirnya binatang besar, hingga matahari yang terbit dari arah barat.

Sungguh kejadian atau peristiwa yang begitu menakutkan.

Tabel Perbedaan Kiamat Sugra dan Kiamat Kubra

Kiamat sugra dan kiamat kubra

Dari perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra di atas, dapat disimpulkan dalam sebuah tabel yang ringkas sebagai berikut:

Kiamat sugraKiamat kubra
Peristiwa meninggalnya seseorangHancurnya keseluruhan alam semesta
Bencana alamKeluarnya dajjal
Terjadi setiap hariTerjadi di akhir zaman
– Ajaran Islam mulai ditinggalkan
– Banyak pria menyerupai wanita
– Kebodohan di mana-mana
– Masjid dijadikan sebagai tempat wisata
– Keluarnya dajjal
– Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj
– Munculnya Imam Mahdi
– Munculnya asap selama 40 hari

Daftar Artikel Tentang Kiamat Sugra

Setelah mengetahui perbedaan kiamat sugra dan kiamat kubra, berikut adalah daftar bacaan lengkap tentang kiamat sugra. Sehingga, mampu meningkatkan kualitas pemahaman dan daya nalar (power of reason) di bidang Agama Islam.


Sumber:

  1. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2013). Definisi Bencana. Dikutip pada tanggal 4 Mei 2021: https://bnpb.go.id/definisi-bencana.
  2. Kementerian Komunikasi dan Informatika (KOMINFO). (2017). Rata-rata Tiga Orang Meninggal Setiap Jam Akibat Kecelakaan Jalan. Dikutip pada tanggal 4 Mei 2021: https://kominfo.go.id/content/detail/10368/rata-rata-tiga-orang-meninggal-setiap-jam-akibat-kecelakaan-jalan/0/artikel_gpr.
  3. Muchlishon. (2019). Penjelasan Nabi Muhammad Tentang Dajjal. Dikutip pada tanggal 4 Mei 2021 dari NU Online: https://islam.nu.or.id/post/read/112536/penjelasan-nabi-muhammad-tentang-dajjal.
  4. Suharto, Y. (2019). Dajjal: Ciri-ciri dan Kisah Terbunuhnya oleh Nabi Isa. Dikutip pada tanggal 4 Mei 2021 dari NU Online: https://islam.nu.or.id/post/read/107438/dajjal-ciri-ciri-dan-kisah-terbunuhnya-oleh-nabi-isa.

Mengapa Setiap Manusia Mengalami Kiamat Sugra?

Menyoal kematian, tentu terlintas di benak, “mengapa setiap manusia mengalami kiamat sugra?

Seperti yang kita ketahui sebelumnya, kiamat sugra merupakan padanan kata atau sinonim dari kiamat kecil, yakni salah satunya kematian.

Adanya kematian atau peristiwa meninggalnya seseorang, yang membuat kita sebagai manusia, sebagai makhluk yang bernyawa, untuk tetap mawas diri.

Mengapa mawas diri?

Karena pada hakikatnya, kematian itu pasti dan nyata. Kita sebagai manusia hanya bisa beribadah, karena ibadah mampu membantu kita nanti di akhirat.

Balik lagi ke pokok pembahasan, mengapa setiap manusia mengalami kiamat sugra atau kematian?

Mengapa Setiap Manusia Mengalami Kiamat Sugra?

Kematian itu pasti terjadi

Kematian itu pasti nyata terjadi dan tidak bisa diprediksi kapan waktu datangnya.

Kematian atau peristiwa meninggalnya seseorang akan dialami oleh makhluk yang bernyawa, termasuk manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, QS Ali Imran ayat 185.

Artinya: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada Hari Kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”

Kematian Tidak Dapat Diprediksi

Kematian tidak dapat diprediksi

Manusia merupakan makhluk sosial yang diciptakan oleh Allah SWT yang diberikan hati dan naluri sebagai perbedaan dari makhluk lainnya.

Pada dasarnya, semua ciptaan Allah SWT akan binasa, tak terkecuali alam semesta ini.

Nyatanya, walaupun teknologi berkembang pesat sekalipun, pemikiran manusia yang kian visioner, tetaplah tidak berdaya untuk memprediksi datangnya kematian seseorang.

Oleh karena itu, kita sebagai makhluk hidup diwajibkan untuk senantiasa bersiap-siap dengan bekal amal ibadah semasa kita di dunia.

Seperti dalam QS An Nahl ayat 61 berikut ini.

QS An Nahl ayat 61

Artinya: “(Jika Allah menghukum manusia karena kezalimannya) disebabkan kedurhakaan-kedurhakaan mereka (niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya padanya) yakni di muka bumi ini sesuatu pun (dari makhluk yang melata) makhluk yang hidup di permukaannya (tetapi Allah menangguhkan mereka sampai pada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu yang ditentukan bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkan) waktunya (barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukan) waktunya.”

Dahsyatnya Sakaratul Maut

Dahsyatnya sakaratul maut

Kondisi sebelum kematian atau meninggalnya seseorang, biasanya akan diawali dengan detik-detik yang menyakitkan dan menegangkan, inilah sakaratul maut.

Imam Ghazali mengatakan bahwasannya, “Demi Allah, sekiranya jenazah yang sedang kalian tangisi bisa berbicara sekejap, lalu menceritakan (pengalaman sakaratul mautnya) pada kalian, niscaya kalian akan melupakan jenazah tersebut, dan mulai menangisi diri kalian sendiri.” (Imam Ghazali mengutip atsar Al Hasan)

Sementara itu, Rasulullah SAW bersabda, “Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang.” (HR. Tirmidzi)

Bahkan, penampilan rasa dari Malaikat Maut yang amat seram dan menakutkan kian menambah pedih rasa sakit yang dirasakan.

Agar hati kita terbuka lebar dan senantiasa mengamalkan amal baik, maka ziarah ke kuburan menjadi kuncinya.

“Berziarahlah ke kuburan, karena ziarah ke kuburan itu dapat mengingatkan kalian akan kematian.” (HR. Muslim)

Daftar Artikel Tentang Kiamat Sugra

Setelah mengetahui jawaban dari mengapa setiap manusia mengalami kiamat sugra, berikut adalah daftar bacaan lengkap tentang kiamat sugra. Sehingga, mampu meningkatkan kualitas pemahaman dan daya nalar (power of reason) di bidang Agama Islam.

* * *

Sumber:

  1. Purnomo, C. V. (2019). Siapkan Bekal untuk Menjemput Ajal. Dikutip pada tanggal 4 April 2021 dari Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam Universitas Islam Indonesia (DPPAI UII): https://dppai.uii.ac.id/siapkan-bekal-untuk-menjemput-ajal.
  2. Baumar, S. (2020). Dahsyatnya Sakaratul Maut. Dikutip pada tanggal 4 April 2021 dari Al-Irsyad Al-Islamiyyah: https://www.alirsyad.or.id/dahsyatnya-sakaratul-maut.
  3. Pengusaha Muslim. (2009). Sakaratul Maut. Dikutip pada tanggal 4 April 2021: https://pengusahamuslim.com/1374-sakaratul-maut.html.

Mengapa Kematian Disebut Kiamat Sugra?

Tidak sedikit di antara kita yang bertanya, “mengapa kematian disebut kiamat sugra?“.

Pertanyaan tersebut sekilas memang terlihat sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam. Terlebih bagi manusia, membuat kita menjadi lebih sadar.

Selain itu, pertanyaan tersebut seakan-akan ‘menampar’ kita sebagai manusia untuk tetap berperilaku baik di muka bumi ini.

Karena pada dasarnya, hidup kita di dunia hanyalah sementara, akhirat selamanya.

Kembali ke pertanyaan, mengapa kematian disebut kiamat sugra?

Mengapa Kematian Disebut Kiamat Sugra?

Kematian adalah kiamat sugra

Secara sederhana, kematian seseorang disebut kiamat sugra karena peristiwa kematian atau meninggalnya seseorang, tidak menghancurkan alam semesta.

Apabila kita belajar kembali pada konteks, maka:

  • Kiamat sugra adalah kiamat kecil
  • Kiamat kubra adalah kiamat besar

Kiamat sugra (kiamat kecil) adalah berakhirnya kehidupan sebagian makhluk yang ada di dunia, baik itu secara individu ataupun kelompok.

Sedangkan kiamat kubra (kiamat besar) adalah hancurnya seluruh alam semesta bersama dengan isinya.

Jika peristiwa meninggalnya seseorang disebut dengan kiamat sugra, tentu benar.

Akan tetapi, peristiwa meninggalnya seseorang disebut dengan kiamat kubra, itu merupakan hal yang kurang tepat.

Kematian Pasti Datang

Kematian pasti datang dan terjadi

Kematian atau meninggalnya seseorang pasti akan datang dan akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa, termasuk di dalamnya manusia.

QS Ali 'Imran ayat 185

Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada Hari Kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Jika di dalam Tafsir Quraish Shihab:

Setiap jiwa yang hidup pasti akan merasakan mati. Apabila kamu sekalian mendapatkan kesengsaraan hidup di dunia, maka sesungguhnya kamu akan mendapatkan pahala secara penuh di hari kiamat. Barangsiapa yang dijauhkan dari api neraka, maka sesungguhnya ia telah memperoleh kemenangan. Dan kehidupan dunia itu tidak lebih dari perhiasan sementara yang menipu.

Kematian adalah Titik Pemisah

Kematian menjadi titik pemisah dunia dan akhirat

Kematian atau peristiwa meninggalnya seseorang menjadi titik pemisah di antara 2 perkara, yakni masa, keadaan, dan kehidupan dunia menuju kepada masa, keadaan dan kehidupan akhirat yang abadi.

Kematian bertindak sebagai pintu menuju alam akhirat.

Yang perlu ditekankan di sini, dengan berlakunya kematian, maka keadilan di alam akhirat yang abadi mulai dilaksanakan dan kiamat bagi setiap manusia telah dimulai.

Daftar Artikel Tentang Kiamat Sugra

Setelah mengetahui jawaban dari mengapa kematian disebut kiamat sugra, berikut adalah daftar bacaan lengkap tentang kiamat sugra. Sehingga, mampu meningkatkan kualitas pemahaman dan daya nalar (power of reason) di bidang Agama Islam.

* * *

Sumber:

  1. Hanif. (2018). Kematian Kiamat Kecil. Dikutip pada tanggal 26 Maret 2021 dari Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo: http://alukhuwah.com/2018/12/20/2152.
  2. Latif, U. (2016). Konsep Mati dan Hidup dalam Islam (Pemahaman Berdasarkan Konsep Eskatologis). Jurnal Al-Bayan, 22(34), 27 – 38.
  3. TafsirQ. (2015). Surat Ali ‘Imran Ayat 185. Dikutip pada tanggal 26 Maret 2021: https://tafsirq.com/3-ali-imran/ayat-185#tafsir-quraish-shihab.

Hikmah Kiamat Sugra

  • Salah satu hikmah kiamat sugra agar kita semakin dekat dengan Allah SWT
  • Selain itu, sebagai mawas diri karena setiap perilaku kita pasti ada yang melihat dan mencatatnya

Setiap kejadian atau peristiwa pasti memiliki hikmahnya masing-masing, tak terkecuali terjadinya kiamat sugra.

Kiamat sugra atau kiamat kecil ini merupakan berakhirnya kehidupan sebagian makhluk di dunia, baik itu individu ataupun kelompok.

Maksudnya, agar lebih mudah dipahami, setiap yang bernyawa pasti akan meninggal atau mengalami kematian.

Maka dari itu, kita sebagai manusia, harus bisa menyikapi terjadinya kiamat sugra ini dengan lapang dada dan sebaik mungkin.

Berikut ini beberapa hikmah kiamat sugra (kiamat kecil), sehingga kita bisa bijak menyikapi adanya kiamat sugra tersebut.

1. Awas dan Berhati-hati dalam Berperilaku

Hati-hati dalam berperilaku

Setiap hal yang kita lakukan, baik itu secara sengaja ataupun tidak sengaja, pasti akan dicatat oleh malaikat.

Hal ini tentu membuat kita sebagai manusia agar senantiasa mawas diri dengan kehidupan setiap harinya.

Tidak hanya di dunia nyata, melainkan juga dunia maya. Dengan kemudahan dan kemajuan teknologi, semakin hati-hati dalam mengetikkan sesuatu.

Jangan sampai, apa yang kita perbuat, malah menyakiti hati dan perasaan orang lain, yang tentunya dapat membekas di hati orang lain tersebut.

2. Berusaha Meningkatkan Iman dan Takwa

Iman dan takwa meningkat

Dengan adanya kiamat sugra, menjadikan kita untuk berusaha meningkatkan iman dan takwa.

Apa itu iman dan takwa?

Iman merupakan keyakinan dalam hati dan perkataan secara lisan, sedangkan takwa adalah percaya adanya Allah SWT.

3. Mempersiapkannya dengan Sungguh-sungguh

Bersiap dengan baik

Sementara itu, adanya kiamat sugra juga membuat kita sebagai manusia untuk selalu berusaha dan mempersiapkannya dengan sungguh-sungguh atau sebaik mungkin.

Mempersiapkan dengan sungguh-sungguh berarti kita sebagai manusia meningkatkan kualitas kita, baik itu di dunia maupun di akhirat.

Tidak hanya sibuk mengurus dunia, melainkan juga sibuk mengurus akhirat.

4. Menjalankan Perintah-Nya dan Menjauhi Larangan-Nya

Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya

Menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya adalah hal yang paling dasar, tetapi sulit untuk dilakukan.

Manusia cenderung mudah tergoda oleh hawa nafsu yang sementara, sehingga bisa lupa akan akhirat.

Menjalankan perintah-Nya, seperti:

  • Beribadah tepat waktu
  • Berbuat baik
  • Bersedekah terhadap sesama
  • Gemar membantu orang lain
  • Tolong-menolong dalam kebaikan
  • dan lainnya

Menjauhi larangan-Nya, seperti:

  • Tidak berbuat kasar
  • Tidak berbuat zina
  • Tidak melakukan adu domba
  • Tidak melakukan fitnah
  • Tidak mencuri
  • Tidak minum minuman keras
  • dan lainnya

Di era yang globalisasi dan serba westernisasi, memang lebih sulit untuk berperilaku baik. Namun, itu bukan sebuah halangan, karena kita memiliki norma dan sopan santun.

5. Senantiasa untuk Berbuat Baik

Berbuat baik

Kiamat sugra tersebut membuat manusia menjadi semakin mawas diri, karena apa yang dilakukan, takkan pernah luput dari perhatian Allah SWT.

Dari sinilah, manusia dituntut untuk selalu berbuat baik. Berbuat baik itu bukan hanya disarankan, melainkan sebuah kewajiban.

Dengan berbuat baik, kita tidak akan pernah merugi. Suatu saat, kita juga akan ditolong oleh orang lain.

6. Takut Hanya Kepada Allah

Takut kepada Allah SWT

Di zaman yang sekarang, banyak sekali anak-anak muda takut dengan yang seharusnya tidak ditakuti.

Sebenarnya, takut itu boleh, tetapi jangan terlalu berlebihan. Takut dengan sesama itu wajar.

Akan tetapi, takut setakut-takutnya manusia, paling takut hanya kepada Allah SWT.

7. Yakin Adanya Kiamat Sugra

Meyakini kiamat sugra (kiamat kecil)

Dengan peristiwa meninggalnya seseorang, seharusnya membuat kita menjadi lebih paham jika kiamat sugra atau kiamat kecil itu benar-benar ada.

Karena pada hakikatnya, setiap yang bernyawa pasti akan mengalami kematian.

Tinggal kitanya saja yang harus bisa mempersiapkan dengan sebaik mungkin selama di dunia, agar kelak bisa masuk surganya Allah. Aamiin.

Kuis

Setelah belajar banyak tentang hikmah kiamat sugra (kiamat kecil), kurang afdal rasanya jika tidak mengerjakan kuis berikut ini.

Nggak ribet, gampang banget kok!

Ketentuan:

  • Nilai langsung keluar secara otomatis, tanpa menunggu lama
  • Hanya 5 soal, dengan sistem benar atau salah
  • Nilai minimal atau KKM adalah 80
  • Kerjakan dengan hati-hati dan teliti, karena nilai / hasil menunjukkan kapasitas Anda
  • Selamat mengerjakan! 😇❤️

Daftar Artikel Tentang Kiamat Sugra

Setelah tahu hikmah kiamat sugra, berikut merupakan daftar bacaan lengkap terkait kiamat sugra (kiamat kecil).

Sehingga, bisa menjadi sumber referensi bagi teman-teman yang ingin memperdalam belajar Agama Islam, khususnya masalah kiamat sugra.