Pengertian Acapella

  • Memahami pengertian acapella, musik yang berkembang dari kalangan religi
  • Walaupun tanpa alat musik, acapella mampu menghasilkan suara yang merdu dan harmonis

Pertunjukan acapella kerap kali kita lihat, baik itu offline maupun online. Namun, kadang kita tidak menyadarinya.

Musik acapella sendiri berkembang sebagai musik religius yang bermula dari Agama Kristen.

Dalam Bahasa Indonesia, acapella sendiri bisa disebut dengan akapela.

Berikut ini pengertian acapella, untuk memperoleh definisi secara lengkap mengenai jenis musik tersebut.

Pengertian Acapella

Pengertian acapella (akapela)

A capella / acapella / akapela merupakan salah satu pertunjukan seni yang tidak menggunakan alat musik, melainkan suara dihasilkan dari penyanyi itu sendiri.

Biasanya, penyajian atau pertunjukan seni musik acapella dilakukan secara berkelompok.

Selain itu, teknik bernyanyi yang dihasilkan seperti suara-suara musik, meliputi bass, drum, perkusi, dan lain sebagainya, sehingga mampu menghasilkan alunan melodi yang indah.

Acapella sendiri dapat dikatakan unik, karena suara yang dihasilkan setiap orang pasti berbeda-beda, antara yang satu dengan yang lainnya.

Berkembang dari Musik Religi Kristen

Acapella berawal dari Agama Kristen

Musik acapella sendiri merupakan musik yang berkembang sebagai salah satu musik religius Agama Kristen.

Hal ini dibuktikan dengan lagu-lagu Gregorian yang biasa dinyanyikan, tanpa diiringi dengan instrumen musik.

Jika di dalam Agama Islam, jenis musik acapella ini biasa dikenal dengan nasyid.

Apa itu nasyid?

Nasyid adalah salah satu seni di dalam Agama Islam di bidang suara, yang mengandung kata-kata nasihat, kisah para nabi, memuji Allah SWT, dan sejenisnya.

Perkembangan di Indonesia

Perkembangan seni musik acapella di Indonesia

Acapella di Indonesia pada awalnya kurang memperoleh perhatian serius. Hal ini karena acapella yang dihasilkan cenderung kurang harmonis.

Di lain sisi, tak banyak juga penyanyi yang bisa menirukan suara dari alat musik.

Walaupun demikian, seiring dengan berjalannya waktu, saat ini acapella mudah diterima di masyarakat, bahkan oleh hampir semua kalangan.

Buktinya, banyak penyanyi yang kreatif, membawakan acapella ke dalam berbagai macam genre, mulai dari jazz, keroncong, hingga dangdut.

Daftar Artikel Tentang Acapella

Setelah memperoleh sedikit wawasan mengenai pengertian acapella, berikut merupakan daftar bacaan lengkap mengenai acapella, yang mungkin dapat membantu Anda dalam memahami acapella dalam seni musik.

Sehingga, bisa mengetahui harmonisnya acapella, walau tanpa instrumen musik.

  • Bagian 0: Acapella
  • Bagian 1: Pengertian Acapella
  • Bagian 2: Sejarah Acapella
  • Bagian 3: Ciri-ciri Musik Acapella
  • Bagian 4: Lagu Acapella
  • Bagian 5: Aplikasi Acapella
  • Bagian 6: Cara Aransemen Acapella

Alat dan Media Gambar

Dalam kegiatan karya seni rupa, alat dan media gambar menjadi sebuah kebutuhan yang harus dimiliki.

Jika tidak memiliki alat dan media gambar, jadi bagaimana cara kita menggambar?

Tentunya, bagi seorang pemula, alat dan media tersebut biasanya hal-hal yang bersifat sederhana. Akan tetapi, bagi yang sudah berpengalaman, pasti membutuhkan lebih banyak lagi alat dan media yang akan digunakan.

Berikut ini beberapa contoh alat dan media gambar dengan disertai penjelasannya.

Alat Gambar

Alat atau peralatan menggambar merupakan seperangkat peralatan yang digunakan untuk membuat gambar dengan media yang digunakan.

Jika ingin memiliki hasil yang maksimal, mau tidak mau harus memiliki alat yang lengkap.

Akan tetapi, apabila memang sudah memiliki keterampilan menggambar, alat seadanya juga menjadi tidak masalah, tetap masih memiliki nilai estetika (keindahan) yang cukup bagus.

1. Alat yang Digunakan

Alat Gambar

1. Pensil

Biasanya, pensil digunakan untuk membuat sebuah sketsa terlebih dahulu pada media gambar yang digunakan.

Yang perlu diperhatikan, saat menggunakan pensil, ukur ketajaman pensil, sehingga menghasilkan gambar yang diinginkan.

Berikut ini beberapa jenis pensil yang seringkali digunakan:

  • Pensil 2B. Pensil ini memiliki daya tahan yang lembut dan lunak. Pensil jenis ini cocok digunakan dalam mempertegas sketsa, sebagai salah satu arsiran dasar.
  • Pensil mekanik. Pensil ini hampir mirip bolpoin, yang mana digunakan untuk menggambar detail, karena memiliki mata pensil yang kecil. Salah satunya, bisa digunakan untuk menggambar detail helai rambut.
  • Pensil conte. Pensil yang memiliki mata pensil lebih besar dari pensil biasanya. Cocok dipergunakan untuk membuat arsiran, yang memiliki bidang luas.

2. Bolpoin

Bolpoin juga bisa digunakan sebagai alat menggambar, karena memiliki karakter yang kuat.

Biasanya, bolpoin bisa digunakan untuk membuat garis tepi.

Tidak hanya itu saja, bolpoin juga bisa digunakan untuk membuat sketsa. Atau bagi yang sudah mahir, bisa langsung menggunakan bolpoin sebagai hasil yang maksimal.

2. Alat untuk Mewarnai

Pewarna Gambar

Tidak lengkap rasanya jika hanya ada alat untuk menggambar, namun tidak ada pewarna untuk menambah nilai estetika (keindahan).

Pewarna sendiri bisa digunakan untuk mempertegas karakter yang ada dalam gambar, sehingga bisa lebih jelas apa makna dari gambar tersebut.

Berikut ini beberapa jenis pewarna yang bisa digunakan, tergantung kebutuhan:

1. Cat Air

Cat air atau biasa disebut dengan aquarel adalah pewarna yang menggunakan pigmen dengan pelarut air yang memiliki sifat transparan.

Cat air banyak digunakan karena sifat transparansi yang dimiliki.

Cat air biasanya digunakan untuk menghasilkan warna yang lebih terang dan segar. Tidak hanya itu saja, cat air juga mudah untuk dibersihkan dan cepat mengering.

Kelebihan cat air:

  1. Gradasi warna bisa didapatkan dengan mudah
  2. Hasil warna lebih terang dan segar
  3. Mudah untuk dibersihkan
  4. Cepat mengering

Kekurangan cat air:

  1. Kertas bisa melengkung atau robek jika terlalu berlebihan dalam penggunaan cat air

2. Cat Akrilik

Cat akrilik adalah cat yang terbuat dari pigmen dengan tersuspensi dalam emulsi polimer akrilik.

Cat akrilik bisa larut dalam air, namun tahan akan air saat sudah mengering.

Kelebihan cat akrilik:

  1. Berbasiskan air, sehingga cepat mengering
  2. Memiliki sifat fleksibel, tidak harus mengikuti aturan dalam pewarnaan

Kekurangan cat akrilik:

  1. Memiliki pilihan warna yang sedikit

3. Cat Minyak

Cat minyak merupakan cat yang terdiri atas partikel pigmen warna yang diikat dengan media minyak pengikat pigmen warna, yakni minyak linen.

Tahukah Anda?
Cat minyak telah digunakan sejak abad ke-13 di Inggris, sebagai dekorasi yang sederhana.

Cat minyak disukai karena memiliki karakteristik efek kecerahan warna yang cemerlang.

Kelebihan cat minyak:

  1. Daya tahan cukup awet
  2. Efeknya mengesankan apabila bisa diolah dengan baik
  3. Warna yang dihasilkan terlihat cemerlang, begitu cerah

Kekurangan cat minyak:

  1. Butuh waktu hingga berhari-hari untuk benar-benar kering dapat disentuh
  2. Memiliki bau yang cukup menyengat

Akan tetapi, cat minyak biasanya membutuhkan beberapa hari untuk benar-benar mengering, sehingga bisa disentuh.

4. Pastel

Pastel menjadi sebuah alat pewarna yang memiliki bentuk batangan atau stik yang terbuat dari serbuk dengan direkatkan menggunakan gom arab, sehingga menjadi batangan-batangan.

Apabila pastel digunakan ke media kertas yang cukup kasar, maka serbuk warna yang ada pada pastel akan menempel pada kertas.

Sebenarnya, pastel bisa membuat gambar menjadi lebih apik dan cemerlang, bahkan hampir bisa menyamai cat minyak.

Hanya saja, kelemahan dari pastel ini tidak mampu menempel pada media kertas dengan kuat. Apabila terjadi sedikit getaran, bisa merontokkan serbuk pastel tersebut.

Kelebihan pastel:

  1. Gambar menjadi lebih cemerlang, hampir menyamai cat minyak
  2. Memiliki bentuk stik atau batangan, sehingga mudah diaplikasikan

Kekurangan pastel:

  1. Kurang menempel kuat pada media kertas

5. Pensil Warna

Pensil warna merupakan jenis pewarna yang memiliki bentuk mirip seperti pensil.

Warna yang dihasilkan pensil warna cenderung tegas. Akan tetapi, bisa juga menghasilkan warna yang halus dengan menggunakan teknik pewarnaan yang khusus.

Kelebihan pensil warna:

  1. Bisa digunakan sebagai outline dalam karakter
  2. Memiliki pewarnaan yang tegas

Kekurangan pensil warna:

  1. Warna yang dihasilkan cenderung kurang “nyata”
  2. Jika tidak menggores dengan benar, warna yang dihasilkan tidak merata

6. Krayon

Krayon adalah alat pewarna gambar yang terbuat dari lilin berwarna, air, dan kapur.

Biasanya, krayon banyak digunakan oleh anak-anak untuk menghasilkan warna dalam gambar.

Kelebihan krayon:

  1. Tidak beracun, sehingga minim resiko
  2. Cocok digunakan oleh kalangan pelajar atau siswa

Kekurangan krayon:

  1. Jika goresannya kurang tepat, warna yang dihasilkan berantakan

7. Spidol

Spidol merupakan alat pewarna sejenis pena dengan memiliki tintanya tersendiri, di mana ujungnya terbuat dari serat yang berpori.

Mata spidol harus ditutup dengan penutup yang ada, sehingga mencegah spidol dan tintanya menjadi mengering.

Di dalam spidol sendiri terdapat seperti serat yang menyimpan tinta warna.

Kelebihan spidol:

  1. Memiliki warna yang tegas, cocok sebagai outline karakter
  2. Warna yang dihasilkan cenderung cerah

Kekurangan spidol:

  1. Setelah digunakan, harus selalu ditutup agar tidak mengering
  2. Tidak cocok untuk pewarnaan yang banyak, karena tintanya tidak memadai

Media Gambar

Media Gambar

1. Kanvas

Kanvas merupakan media lukis yang mempunyai pori-pori, yang sudah ditutup cat dasar berwarna putih.

Media kanvas seringkali digunakan untuk melukis menggunakan cat minyak, karena memang karakteristik dari cat minyak membutuhkan media gambar yang tebal.

Kanvas biasanya diletakkan menggunakan media spanram.

2. Kertas

Berbeda dengan kanvas, kertas adalah media yang tipis, dihasilkan dari kompresi serat alami.

Tidak hanya digunakan sebagai media gambar, kertas juga sebagai media untuk menulis, hingga mencetak.

Jenis kertas yang biasa digunakan untuk menggambar:

  • Kertas Concorde. Memiliki tekstur yang sedikit agak besar dan bergelombang. Cocok digunakan dalam membuat gambar yang memberikan efek seperti tekstur yang berlubang.
  • Kertas HVS. Houtvrij Schrijfpapier (Bahasa Belanda) yang merupakan kertas terbuat dari serat kayu. Kertas ini tidak mudah berubah warna menjadi kekuningan jika di bawah sinar matahari atau lampu.
  • Kertas Linen. Memiliki tekstur garis pendek horizontal dan vertikal.
  • Kertas Manila. Tekstur yang halus dan lembut, cocok digunakan untuk membuat gambar dengan menggunakan alat pensil.

Peralatan Pendukung

Peralatan Pendukung Gambar

Selain alat dan media yang digunakan untuk menggambar, ada juga perlatan pendukung yang berguna untuk membantu proses menggambar menjadi lebih baik dan sempurna.

Peralatan pendukung ini lebih bersifat opsional (boleh ada, boleh tidak), karena tergantung pada kebutuhan yang akan digunakan nantinya.

1. Jangka

Jangka adalah alat untuk menggambar lingkaran atau busur.

Dalam kegiatan gambar, lingkaran yang dihasilkan menggunakan jangka akan terlihat lebih rapi.

Biasanya, jangka digunakan dalam kegiatan matematika, gambar teknik, dan lain sebagainya, yang membutuhkan keakuratan dalam sebuah gambar.

2. Kuas

Kuas gambar atau kuas lukis memiliki berbagai macam bentuk bulu kuas, seperti:

  1. Besar
  2. Bulat lancip
  3. Bulat tumpul
  4. Persegi lancil
  5. Persegi rata
  6. dan lain sebagainya

Di mana masing-masing ukuran bulu kuas tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Kuas digunakan untuk mengaplikasikan pewarna, seperti cat air, cat minyak, cat akrilik, dan lain sebagainya.

Perlu Diperhatikan!
Apabila memiliki kuas, perhatikan selalu bulu-bulunya, karena bisa terlepas dari kuas, bisa menempel pada gambar, sehingga membuat gambar menjadi rusak.

3. Palet

Palet lukis biasanya digunakan sebagai wadah untuk menampung pewarna.

Pewarna yang bisa digunakan dengan menggunakan palet, seperti cat air, cat minyak, dan cat akrilik.

Perlu juga diperhatikan untuk selalu menyediakan air pada palet yang digunakan.

Air digunakan untuk menetralisir warna yang telah digunakan, untuk berganti ke warna lain, misal:

  • Setelah kuas digunakan dari warna hijau, bersihkan dulu dengan air yang ada, baru berpindah ke warna lain
  • Setelah kuas digunakan dari warna biru, bersihkan dulu dengan air yang ada, baru berpindah ke warna lain

4. Penghapus

Penghapus menjadi salah satu alat bantu untuk menghilangkan sketsa atau pewarnaan yang salah.

Dalam beberapa kasus, penghapus sulit untuk menghapus, dikarenakan:

  • Sketsa terlalu tebal, penggunaan pensil yang tidak wajar, jadi sulit untuk dihapus
  • Pewarnaan yang salah terlalu tebal, penggunaannya yang tidak wajar, jadi sulit untuk dihapus

Bukan tidak mungkin, pewarnaan menggunakan spidol akan sangat sulit untuk dihapus.

5. Penggaris

Penggaris dipergunakan untuk mengukur berapa skala yang akan digunakan setiap objeknya, sehingga terjadi gambar yang rasional.

Dalam kasus yang sederhana, penggaris biasa digunakan untuk membuat sebuah garis tepi.

Ada lagi, dalam beberapa kasus tertentu, penggaris dipergunakan untuk meratakan warna yang dihasilkan oleh pastel maupun krayon.

6. Rautan Pensil

Rautan sangat dibutuhkan untuk menghaluskan atau meruncingkan ujung pensil.

Tidak hanya pensil, rautan juga bisa digunakan untuk pensil warna.

Ringkasan

Dari penjelasan di atas, setidaknya bisa kita ketahui alat dan media gambar terdiri atas:

  • Alat
    • Pensil
    • Bolpoin
  • Pewarna
    • Cat air
    • Cat akrilik
    • Cat minyak
    • Pastel
    • Pensil warna
    • Krayon
    • Spidol
  • Media
    • Kanvas
    • Kertas
  • Alat Pendukung
    • Jangka
    • Kuas
    • Palet
    • Penghapus
    • Penggaris
    • Rautan pensil

Untuk memperoleh hasil maksimal dalam kegiatan menggambar, tentu dibutuhkan keterampilan dan alat dan media gambar yang lengkap.

Akan tetapi, bagi yang baru belajar menggambar, alat dan media seadanya sudah cukup.

Pengertian Menggambar

Kaitannya dengan seni, pasti tak terlepas dari yang namanya kegiatan sebagai pengertian menggambar.

Menggambar merupakan salah satu aktivitas atau kegiatan yang menyenangkan, karena:

  • Bisa dijadikan hobi
  • Media ilustrasi dan informasi secara visual
  • Memiliki nilai estetika (keindahan)
  • dan lainnya

Menggambar bukanlah perkara yang mudah, karena tidak semua orang bisa menggambar.

Sebelum jauh memahami tentang menggambar, alangkah baiknya kita belajar terlebih dahulu apa itu pengertian menggambar.

Pengertian Menggambar

Menggambar

Perlu diketahui, gambar adalah perpaduan yang memadukan antara titik, garis, bidang, dan warna, yang mencitrakan sesuatu.

Sedangkan menggambar adalah sebuah kegiatan untuk membuat sebuah visual, dengan menggunakan teknik dan alat.

Gambar yang dibuat oleh manusia, seringkali memiliki makna yang terkandung di dalamnya.

Bukan tidak mungkin, gambar ngawur berupa coretan-coretan yang tak beraturan-pun pada dasarnya juga memiliki makna tertentu.

Tahukah Anda?
Gambar adalah bahasa universal dan sudah dikenal jauh, sebelum manusia mengenal tulisan.

Gambar sendiri sudah dikenal oleh masyarakat sejak zaman purba.

Menggambar melibatkan aktivitas, seperti:

  • Aktivitas fisik, yang berhubungan dengan keterampilan menggunakan peralatan menggambar.
  • Aktivitas mental, yang berhubungan dengan rasa, karsa, dan daya cipta, guna memenuhi kebutuhan hidup.

Dalam melakukan kegiatan menggambar, alat dan bahan yang digunakan senantiasa berubah, sesuai dengan perubahan dan tuntutan zaman.

Hal ini terlihat, jika manusia pada zaman purba menggambar menggunakan peralatan seadanya, seperti ranting, kayu, batu, dan lainnya, jika di era modern seperti ini, mengggambar bisa menggunakan bantuan teknologi berupa perangkat lunak (software).

Pada dasarnya, menggambar bisa menyampaikan gagasan, ide, hingga simbol, sebagai salah satu wujud ekspresi.

Menggambar Bebas

Gambar bebas

Menggambar bebas adalah kegiatan menggambar, tanpa menganut pola gambaran tertentu.

Gambar bebas biasanya tidak termasuk ke dalam kubistis ataupun silindris.

Gambar bebas sendiri bisa berupa abstrak. Biasanya, walaupun abstrak tidak beraturan, namun memiliki nilai estetika yang tinggi, sehingga memiliki harga jual yang tinggi pula.

Menggambar Bentuk

Gambar bentuk

Menggambar bentuk adalah kegiatan merekam objek di atas sebidang datar atau 2 dimensi, menggunakan media yang tepat dan mirip, sesuai objeknya, dengan memperhatikan setiap bentuk, warna, perspektif, proporsi, komposisi, dan bayang-bayang.

Pada perkembangannya, istilah gambar bentuk ditujukan hanya untuk objek benda mati (still life), sedangkan jika objek manusia dikenal dengan menggambar model.

Menggambar bentuk menjadi salah satu kegiatan memindahkan objek atau benda-benda yang ada di sekitar secara tepat, menurut keadaan yang sebenarnya, berdasarkan dari arah pandang dan cahaya yang ada.

Menggambar bentuk berbeda dengan menggambar ilustrasi, karena:

  • Harus dilakukan dengan melihat objek secara langsung
  • Membutuhkan pengamatan, ketelitian, dan pemahaman yang benar-benar men-detail
  • Cermat terhadap gelap terang

Menggambar Ekspresi

Gambar ekspresi

Menggambar ekspresi adalah suatu kegiatan menggambar yang bersumber pada ungkapan perasaan yang dirasakan dalam hati si penggambar.

Biasanya, penggambar akan menggunakan objek yang bisa dilihat, seperti halnya benda atau pemandangan sebagai model atau sumber ungkapan.

Kegiatan menggambar ekspresi tak terbatas pada:

  • Bentuk
  • Corak
  • Imajinasi
  • Warna

Jadi, penggambar memiliki kebebasan, agar perasaan atau isi hatinya bisa diekspresikan secara spontan dan jujur.

Menggambar Flora, Fauna, dan Alam Benda

Gambar flora, fauna, dan alam benda

Menggambar flora merupakan kegiatan yang menjadikan tanaman, tumbuh-tumbuhan, bunga, dan lain sebagainya, menjadi sebuah objek yang siap untuk digambarkan.

Sedangkan menggambar fauna merupakan kegiatan yang menjadikan hewan atau binatang, sebagai objek yang hendak digambarkan.

Yang terakhir, menggambar alam benda atau benda alam adalah kegiatan menggambarkan benda-benda alam sebagai salah satu objek yang hendak digambar.

Perbedaan antara ketiganya, seperti:

  • Flora, objeknya meliputi tumbuh-tumbuhan
  • Fauna, objeknya meliputi hewan atau binatang
  • Alam benda, objeknya meliputi benda-benda seperti kubistis ataupun silindris

Menggambar Ilustrasi

Gambar ilustrasi

Menggambar ilustrasi adalah kegiatan menggambar yang memiliki tujuan dalam memperjelas ide cerita atau narasi, untuk memperkuat, memperindah, dan mempertegas cerita tersebut.

Fungsi gambar ilustrasi untuk:

  • Menarik perhatian pembaca
  • Memudahkan pembaca memahami keterangan secara lebih jelas
  • Sarana untuk mengungkapkan peristiwa atau kejadian
  • Sebagai gambaran singkat isi tulisan atau cerita yang ingin disampaikan
  • Nilai keindahan dalam perwajahan

Menggambar Imajinatif

Gambar imajinatif

Menggambar imajinatif berarti membayangkan atau menciptakan suatu bentuk, warna, dan ruang, dalam alam khayal (angan-angan) manusia, yang dijadikan sebagai patokan dalam membuat sebuah gambar.

Intinya, apa yang terlintas di pikiran, itulah yang akan dituangkan menjadi gambar.

Karya imajinatif sendiri bisa berupa karya 2 dimensi ataupun 3 dimensi.

Yang paling unik, menggambar imajinatif bisa menciptakan sensasi yang berbeda dari karya yang dihasilkan biasanya.

Menggambar Komik

Gambar komik

Menggambar komik memiliki arti menuangkan ide gagasan yang berisikan gambar ke dalam suatu cerita yang memiliki alur.

Cerita itulah yang nantinya akan dinamakan sebagai komik, di mana komik adalah rangkaian gambar yang saling melengkapi satu sama lain.

Komik sendiri bisa berupa:

  • Buku
  • Lembaran gambar singkat (comic strip)

Menggambar Model

Gambar model

Menggambar model adalah kegiatan yang diawali dengan menentukan contohnya terlebih dahulu, yang selanjutnya ditiru untuk digambarkan.

Menggambar model paling tidak memiliki ciri-ciri memiliki contoh atau model yang akan ditiru dan menganalisisnya sehingga gambar bisa mirip dengan model yang telah dicontohkan.

Benda-benda atau objek yang bisa dijadikan model, berupa:

  • Benda mati atau alam benda
  • Binatang atau hewan
  • Manusia
  • Tanaman atau tumbuh-tumbuhan

Menggambar Ragam Hias

Gambar ragam hias

Menggambar ragam hias atau ornamen merupakan kegiatan menggambar berbagai bentuk hias atau motif, yang biasanya dibuat secara berulang, dengan memiliki pola tertentu, untuk mengisi seluruh area kosong pada media yang digunakan.

Karya ragam hias yang dihasilkan, berupa:

  • Gambar pada kain (batik)
  • Motif tenunan
  • Pahatan pada batu atau kayu
  • Songket
  • Ukiran

Menggambar ragam hias pada intinya mengisi kekosongan permukaan bahan dengan hiasan. Sehingga, permukaan yang semula tampak kosong, menjadi tidak kosong.

Menggambar Teknik

Gambar teknik

Menggambar teknik adalah teknik mengaplikasikan objek menjadi gambar yang memiliki sifat tegas, dengan terdiri atas garis, simbol, dan tulisan tegak yang memiliki standar tertentu.

Gambar teknik menjadi bentuk goresan secara jelas dari benda nyata, ide atau bahkan rencana yang diusulkan dalam kegiatan pembuatan atau konstruksi selanjutnya.

Menggambar teknik biasanya adalah menggambar secara tegak dan tegas.

Apa itu tegak dan tegas? Tegak dan jelas memiliki maksud apa yang nyata dengan dihitung berdasar skala dan secara presisi, tanpa mengenal nilai estetika.

Ringkasan

Dari pengertian menggambar di atas, kita bisa mengetahui tentang menggambar itu apa, dengan beberapa macam contoh, seperti:

  1. Menggambar bebas, kegiatan menggambar, tanpa menganut pola gambaran tertentu.
  2. Menggambar bentuk, kegiatan merekam objek di atas sebidang datar atau 2 dimensi, menggunakan media yang tepat dan mirip, sesuai objeknya, dengan memperhatikan setiap bentuk, warna, perspektif, proporsi, komposisi, dan bayang-bayang.
  3. Menggambar ekspresi, kegiatan menggambar yang bersumber pada ungkapan perasaan yang dirasakan dalam hati si penggambar.
  4. Menggambar flora, fauna, dan alam benda, kegiatan yang menjadikan tanaman, tumbuh-tumbuhan, bunga, dan lain sebagainya, menjadi sebuah objek yang siap untuk digambarkan.
  5. Menggambar ilustrasi, kegiatan menggambar yang memiliki tujuan dalam memperjelas ide cerita atau narasi, untuk memperkuat, memperindah, dan mempertegas cerita tersebut.
  6. Menggambar imajinatif, membayangkan atau menciptakan suatu bentuk, warna, dan ruang, dalam alam khayal (angan-angan) manusia, yang dijadikan sebagai patokan dalam membuat sebuah gambar.
  7. Menggambar komik, menuangkan ide gagasan yang berisikan gambar ke dalam suatu cerita yang memiliki alur.
  8. Menggambar model, kegiatan yang diawali dengan menentukan contohnya terlebih dahulu, yang selanjutnya ditiru untuk digambarkan.
  9. Menggambar ragam hias, kegiatan menggambar berbagai bentuk hias atau motif, yang biasanya dibuat secara berulang, dengan memiliki pola tertentu, untuk mengisi seluruh area kosong pada media yang digunakan.
  10. Menggambar teknik, teknik mengaplikasikan objek menjadi gambar yang memiliki sifat tegas, dengan terdiri atas garis, simbol, dan tulisan tegak yang memiliki standar tertentu.

Jadi, begitulah kira-kira sedikit tentang pengertian menggambar. Karena pada dasarnya, menggambar itu jika diartikan, memiliki makna yang sangat luas.

Dari pengertian menggambar di atas, sedikit tahu akan gambar yang nantinya dilakukan itu tentang apa, sehingga mengetahui setiap makna dari gambar yang dibuat.