Mengapa kematian disebut kiamat sugra?

Mengapa Kematian Disebut Kiamat Sugra?

Tidak sedikit di antara kita yang bertanya, “mengapa kematian disebut kiamat sugra?“.

Pertanyaan tersebut sekilas memang terlihat sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam. Terlebih bagi manusia, membuat kita menjadi lebih sadar.

Selain itu, pertanyaan tersebut seakan-akan ‘menampar’ kita sebagai manusia untuk tetap berperilaku baik di muka bumi ini.

Karena pada dasarnya, hidup kita di dunia hanyalah sementara, akhirat selamanya.

Kembali ke pertanyaan, mengapa kematian disebut kiamat sugra?

Mengapa Kematian Disebut Kiamat Sugra?

Kematian adalah kiamat sugra

Secara sederhana, kematian seseorang disebut kiamat sugra karena peristiwa kematian atau meninggalnya seseorang, tidak menghancurkan alam semesta.

Apabila kita belajar kembali pada konteks, maka:

  • Kiamat sugra adalah kiamat kecil
  • Kiamat kubra adalah kiamat besar

Kiamat sugra (kiamat kecil) adalah berakhirnya kehidupan sebagian makhluk yang ada di dunia, baik itu secara individu ataupun kelompok.

Sedangkan kiamat kubra (kiamat besar) adalah hancurnya seluruh alam semesta bersama dengan isinya.

Jika peristiwa meninggalnya seseorang disebut dengan kiamat sugra, tentu benar.

Akan tetapi, peristiwa meninggalnya seseorang disebut dengan kiamat kubra, itu merupakan hal yang kurang tepat.

Kematian Pasti Datang

Kematian pasti datang dan terjadi

Kematian atau meninggalnya seseorang pasti akan datang dan akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa, termasuk di dalamnya manusia.

QS Ali 'Imran ayat 185

Artinya: Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada Hari Kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.

Jika di dalam Tafsir Quraish Shihab:

Setiap jiwa yang hidup pasti akan merasakan mati. Apabila kamu sekalian mendapatkan kesengsaraan hidup di dunia, maka sesungguhnya kamu akan mendapatkan pahala secara penuh di hari kiamat. Barangsiapa yang dijauhkan dari api neraka, maka sesungguhnya ia telah memperoleh kemenangan. Dan kehidupan dunia itu tidak lebih dari perhiasan sementara yang menipu.

Kematian adalah Titik Pemisah

Kematian menjadi titik pemisah dunia dan akhirat

Kematian atau peristiwa meninggalnya seseorang menjadi titik pemisah di antara 2 perkara, yakni masa, keadaan, dan kehidupan dunia menuju kepada masa, keadaan dan kehidupan akhirat yang abadi.

Kematian bertindak sebagai pintu menuju alam akhirat.

Yang perlu ditekankan di sini, dengan berlakunya kematian, maka keadilan di alam akhirat yang abadi mulai dilaksanakan dan kiamat bagi setiap manusia telah dimulai.

Daftar Artikel Tentang Kiamat Sugra

Setelah mengetahui jawaban dari mengapa kematian disebut kiamat sugra, berikut adalah daftar bacaan lengkap tentang kiamat sugra. Sehingga, mampu meningkatkan kualitas pemahaman dan daya nalar (power of reason) di bidang Agama Islam.

* * *

Sumber:

  1. Hanif. (2018). Kematian Kiamat Kecil. Dikutip pada tanggal 26 Maret 2021 dari Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo: http://alukhuwah.com/2018/12/20/2152.
  2. Latif, U. (2016). Konsep Mati dan Hidup dalam Islam (Pemahaman Berdasarkan Konsep Eskatologis). Jurnal Al-Bayan, 22(34), 27 – 38.
  3. TafsirQ. (2015). Surat Ali ‘Imran Ayat 185. Dikutip pada tanggal 26 Maret 2021: https://tafsirq.com/3-ali-imran/ayat-185#tafsir-quraish-shihab.

Published by

Habibullah

Hi! I am Habib, Founder of Baca Pintar and Bachelor of Informatics (S.Kom.). I try to be an SEO Expert and good at business, management, human resources, technology, and leadership. [Find me at LinkedIn]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *